Suasana Ceria Warnai Bimwin KUA Jatilawang, Penyuluh Tekankan Pentingnya Saling Ridho dan Musyawarah dalam Rumah Tangga
Oleh KUA JATILAWANG
Jatilawang - Suasana hangat dan penuh keceriaan mewarnai pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang berlangsung di Balai Nikah KUA Jatilawang. Kegiatan tersebut diikuti oleh dua pasangan calon pengantin, yakni Rizal dari Purwojati dengan Kintan dari Desa Gentawangi, Kecamatan Jatilawang, serta Anjar dari Bantar dengan Amanda dari Rawalo. Senin (25/05)
Bimbingan diberikan oleh Dedy Purwanto selaku Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang. Dalam penyampaiannya, Dedy menekankan pentingnya membangun kehidupan rumah tangga yang dilandasi sikap saling ridho, saling menghargai, dan komunikasi yang baik antara suami dan istri.
Menurutnya, salah satu kunci terciptanya keluarga yang harmonis adalah kemampuan pasangan untuk berdiskusi dan bermusyawarah dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan rumah tangga.
“Suami dan istri perlu membiasakan diri untuk berdiskusi dalam setiap persoalan. Dengan komunikasi yang baik dan sikap saling ridho, berbagai tantangan dalam rumah tangga akan lebih mudah dihadapi bersama,” ujar Dedy.
Ia juga mengingatkan bahwa pernikahan bukan hanya menyatukan dua orang yang saling mencintai, tetapi juga menyatukan dua keluarga besar yang memiliki latar belakang, kebiasaan, dan karakter yang berbeda.
“Pernikahan bukan hanya menyatukan dua individu, melainkan juga menyatukan dua keluarga. Karena itu diperlukan sikap saling memahami, saling menghormati, dan menjaga hubungan baik dengan keluarga pasangan,” tambahnya.
Kegiatan Bimwin berlangsung secara interaktif dengan suasana santai dan penuh keakraban. Para calon pengantin tampak antusias mengikuti materi serta aktif berdiskusi mengenai berbagai aspek kehidupan berkeluarga, mulai dari komunikasi pasangan, hak dan kewajiban suami istri, hingga upaya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Program Bimbingan Perkawinan merupakan salah satu layanan yang disediakan oleh Kementerian Agama melalui KUA sebagai bekal bagi calon pengantin sebelum memasuki jenjang pernikahan. Melalui kegiatan ini diharapkan calon pasangan memiliki kesiapan mental, emosional, dan spiritual dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan berkualitas. (dy)
